Senin, 26 Juli 2010

Banyak Pelajaran dari SENJA UTAMA SOLO



Hari jum'at kemarin saya pulang kampung ke Sukoharjo Jawa Tengah. Saya menggunakan jasa kereta api Senja Utama yang sudah saya pesan 1 minggu sebelumnya. Sengaja saya Naik kereta ini dengan beberapa alasan :

1. Jam berangkatnya yang relatif lebih malam (20.15 dari Pasar Senen...jangan coba2 datang pas jam 20.15..he he) dari pada bis sehingga saya tidak harus izin kerja tapi bisa berangkat setelah pulang kerja.
2. Informasi yang saya dapat Jalur Bus Pantura sedang di perbaiki untuk kelancaran Mudik Lebaran 2010. Asumsi saya bisa sampai rumah pagi karena Rel kereta tidak sedang di perbaiki.
3. Ongkos yang relatif terjangkau Rp 130.000 coba bandingkan jika naik Argo Lawu, Pesawat Terbang atau rental mobil ..he he (kayaknya ini alasan yg paling cocok ..lha wong tanggung bulan)

Ada beberapa hal yang dapat saya ambil pelajaran ketika saya berada dan menggunakan jasa transportasi ini.
1. Banyak ternyata dari penumpang yang tidak membeli tiket dalam perjalanan ini. Saya melihatnya sudah menjadi rutinitas karena mereka bergerombol dalam gerbong tertentu dan sudah begitu akrab, bahkan ada yang di tunjuk sebagai pemimpin di komunitas ini.Entah apa yang ada dalam pikiran mereka mau irit kah?punya negara kah? atau memang mereka tidak punya uang untuk beli tiket.Lantas ada pertanyaan lagi jika memang mereka tidak punya uang untuk beli tiket mengapa HP mereka bagus-bagus,rokok mereka 234 dan knapa juga mereka sering-sering pulang kampung.saya jadi inget kata-kata pak ustadz waktu ceramah jum'at beberapa waktu lalu.Beliau mengambil contoh masjid yang menggunakan listrik yang tidak menggunakan meteran alias langsung ngambil dari tiang bagaimana status masjidnya? bagaimana pengurusnya? bagaiamana status sholatnya bagi yang mengetahuinya...??? Singkatnya kata ustadz tersebut jika kita ingin berkah dan tenang dalam hidup jangan mengkonsumsi dan menikmati sesuatu yang tidak legal.
2. Seperti pilihan saya di atas menggunakan jasa transportasi ini supaya tepat waktu sampai di rumah. Ternyata ungkapan klasik itu selalu ada di mana-mana "Manusia hanya berencana Dzat yang membuat padi berisi dan tidak yang menentukan semuanya, kereta yang saya naiki rusak lokomotifnya di Wates sehingga perjalanan kita tertunda lebih dari 2 jam.

Semoga mengingatkan kita agar senantiasa menyerahkan segala urusan kepada Yang Maha Kuasa.



2 komentar:

  1. waduhh jd mikir2 nih naik KA kl nanti mau silahturami 'le ku di jogja , hemm enaknnya sih kl punya mobil sendiri,, amin..

    BalasHapus
  2. klo bareng-bareng kluarga sih enak bawa mobil ndiri ya,cuma kalo sendiri ya tekorr..he he. klo ke jogya lebih banyak pilihan cu,ada fajar utama,senja jogya,senja solo atau naik ekonomi yg sangat ekonomis ...he he.

    BalasHapus